![]() |
| Dr. H. Supriadi Torro, S.Pd., M.Si saat menyajikan materi PKM di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Istimewa) |
KUALA LUMPUR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang diketuai oleh Dr. H. Supriadi Torro, S.Pd., M.Si, melaksanakan kegiatan bertajuk: “Penguatan Nilai Kebangsaan Melalui Perempuan Migran Indonesia di Malaysia”. Tujuan PKM ini dimaksudkan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di kalangan perempuan migran Indonesia.
Hal ini disampaikan Dr. Supriadi saat menyampaikan materi PKMnya. Program tersebut lanjutnya, menyasar sebanyak 20 perempuan migran Indonesia dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap persiapan dan koordinasi berlangsung pada 15 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama pada 2–6 Juni 2026 di Malaysia.
"Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya menjaga identitas kebangsaan masyarakat Indonesia yang hidup di luar negeri. Lingkungan lintas negara menghadirkan pengalaman sosial dan budaya yang beragam sehingga pemahaman terhadap Pancasila, nasionalisme, cinta tanah air, dan identitas keindonesiaan dinilai perlu terus diperkuat", tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Para peserta mendapatkan pembinaan mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus diberikan ruang untuk berdiskusi dan merefleksikan pengalaman mereka sebagai perempuan Indonesia yang menjalani kehidupan di Malaysia.
Tim pelaksana menilai perempuan migran memiliki posisi strategis dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai keindonesiaan, terutama dalam lingkungan keluarga dan komunitas. Perempuan migran tidak hanya berperan sebagai individu yang menjalani kehidupan di negara lain, tetapi juga dapat menjadi agen penguatan identitas kebangsaan di tengah lingkungan sosial yang multikultural.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam sesi pembinaan dan diskusi. Berbagai pengalaman yang mereka sampaikan menjadi bahan refleksi bersama mengenai makna menjadi warga negara Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di luar negeri.
Selain penguatan nilai kebangsaan, kegiatan tersebut juga mendorong peserta memahami pentingnya pemanfaatan media dan ruang komunikasi dalam mempertahankan identitas keindonesiaan.
Nilai-nilai kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap, interaksi sosial, aktivitas komunitas, serta berbagai bentuk ekspresi positif yang mencerminkan identitas Indonesia.
Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, UNM berupaya memperluas manfaat pengabdian tidak hanya bagi masyarakat di dalam negeri, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah tantangan, antara lain jarak, keterbatasan waktu, dan proses perizinan. Namun, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan penyesuaian dengan pihak-pihak terkait.
Program pengabdian ini menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya peningkatan kapasitas peserta, materi pembinaan, dokumentasi kegiatan, video kegiatan, publikasi media, serta luaran akademik sebagai bagian dari diseminasi hasil pengabdian.
"Ke depan, hasil kegiatan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi perempuan migran Indonesia dan komunitasnya. Para peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari penggerak penguatan nilai kebangsaan sekaligus ikut menjaga identitas keindonesiaan meskipun berada di luar negeri", ujar Dr. Supriadi Torro.
Melalui program tersebut, menurutnya pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat identitas Indonesia di tengah dinamika global.**


