• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    AB Iwan Azis Pernah Main di Film Sophan Shopiaan dan Jadi Produser Film

    Redaksi
    10/04/2026, 11:34 PM WIB Last Updated 2026-04-10T15:34:23Z

     

    AB Iwan Azis (kiri, depan), pernah jadi produser film dan main di sejumlah film bersama bintang-bintang top Indonesia


    AB Iwan Azis punya kenangan yang baik terkait perfilman nasional. Lelaki kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, yang tahun ini berusia 80 tahun, pernah punya beberapa peran dalam industri film Tanah Air.


    Bukti perannya terdokumentasi di OPAC Perpustakaan Nasional RI. Dalam arsip tersebut, tercatat AB Iwan Azis menjadi produser film "Hantu Anak Rumah Prapanca" bersama Muhammad Iqbal. Film dengan sutradara Mamahit Donnie ini, penerbitannya oleh Duta Cahaya Utama.


    Dalam arsip itu disebutkan bahwa jenis bahannya adalah rekaman video citra bergerak dua dimensi cakram video. 


    Juga ada daftar nama kreator filmnya, yakni Mamahit Donnie (Sutradara), AB Iwan Azis (Produser), Muhammad Iqbal (Produser), Kemas Rusdy (Aktor), Rima Bahmid (Aktor), Bunga Elizabeth (Aktor), Tedy Yudistira (Aktor), dan Irma Annissa (Aktor).


    Arsip film tersebut punya nomor panggil: 791.436 164 HAN.


    Iwan Azis, berdasarkan arsip Perpusnas RI, juga pernah menjadi produser film "Hantu Merah Casablanca". Ia berpartner sebagai produser bersama Muhammad Iqbal. Sementara Deddy Mercy bertindak sebagai Sutradaranya.


    Film dengan nomor panggil: 791.436 164 HAN ini, penerbitannya oleh 786 Production, dan Navirindo Duta Audio Vidual.


    Kreator film "Hantu Merah Casablanca" terdiri dari AB Iwan Azis (Produser), Muhammad Iqbal (Produser), Rcky Jeff (Aktor), Hengki Kurniawan (Aktor), Vitalia Shesya (Aktris), Eva Asmarani (Aktris), dan Deddy Mercy (Sutradara).


    "Saat masih aktif sebagai produser, saya bolak-balik Makassar-Jakarta. Biasanya, berangkat pagi ke Jakarta, lalu pulang sore atau malam," kisah Iwan Azis, saat kami bersua di Warkop Phoenam, Boulevard, Makassar, Selasa, 31 Maret 2026, sehari setelah Hari Film Nasional.


    Katanya, dia bisa menembus sekat atau punya pintu akses ke industri perfilman lantaran memiliki jejaring dan kompetensi. Namanya bisa berada di antara tokoh-tokoh perfilman, seperti Firman Bintang, Chand Parwez Servia, dan Raam Punjabi.


    Diakui bahwa dirinya juga punya brand di Makassar. Semua itu didorong oleh semangat memajukan perfilman di kota yang membesarkan namanya tersebut.


    "Jangan anak tirikan Makassar," tegasnya.


    Hingga tahun 2015, Iwan Azis masih aktif sebagai produser. Bahkan saat anaknya sudah menikah, dia masih melakoni pekerjaannya sebagai produser.


    Pada kesempatan terpisah, pria berkacamata yang berpenampilan perlente itu berbagi cerita ketika ia tampil dalam beberapa film.


    Iwan Azis yang pernah menjadi pengurus Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) pernah pula bermain film bareng dua bintang top, yakni Sophan Shopiaan, dan Yati Octavia.


    Di film "Rahasia Perkawinan" (1978), Iwan Azis menjadi bagian dari masyarakat yang melakukan persekusi terhadap Dina, tokoh yang diperankan Yati Octavia. Dina dihukum oleh masyarakat dengan cara digunduli, setelah ketahuan melakukan perbuatan asusila dengan Bram, yang dimainkan Roy Marten. 


    Bintang-bintang yang main di film "Rahasia Perkawinan", selain Yati Octavia dan Roy Marten, juga ada Farouk Afero, Rachmat Hidayat, dan Rina Hasyim.


    Iwan Azis tercatat pernah pula jadi asisten sutradara pada film "Jangan Renggut Cintaku" (1990). Sutradara film yang dibintangi Mathias Muchus dan Cok Simbara ini adalah Nurhadie Irawan.


    "Saya bisa jadi asisten sutradara, mungkin salah satunya karena Nurhadie Irawan itu tetangga saya," kisah Iwan Azis sambil senyum.


    Faktor kedekatan tak bisa dipungkiri bisa jadi jalan yang membantu seseorang meraih apa yang diangankan. Namun bagi Iwan Azis, jam terbangnya juga membuat dia bisa diterima di kalangan sineas.


    Film layar lebar lain yang pernah dia ada di situ, yakni "Bung Kecil", dengan sutradara Sophan Sophiaan. 


    Film produksi tahun 1978 yang dibintangi Frans Tumbuan dan Zainal Abidin ini bermuatan kritik sosial, melalui sikap pemuda yang menginginkan pembaharuan melawan sisa-sisa feodalisme di lingkungannya.


    Singatnya, dalam film "Bung Kecil", dia berperan sebagai figuran, saat ikut aksi demonstrasi.


    "Honor sebagai figuran film itu mungkin sebesar Rp5.000 per orang. Ada koordinatornya yang ajak kami jadi figuran. Lumayan juga honornya, kala itu," tutur Iwan Azis mengakhiri nostalgianya. (*)


    *Penulis: Rusdin Tompo (Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini