• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    Awal Januari 2026, Panyyaleori Institut Gelar Diskusi Buku Autobiografi Prof Kembong Daeng

    Redaksi Tebarnews
    02/01/2026, 6:23 PM WIB Last Updated 2026-01-02T10:23:11Z

     

    Buku Autobiografi Permata Karya yang ditulis Prof Dr Kembong Daeng, diserahkan oleh Rusdin Tompo kepada Prof Dr Sukardi Weda. Keduanya akan jadi pembahas buku yang diadakan di Pannyaleori Institut, Sabtu, 3 Januari 2026. (Ist)


    Prof Dr Hj Kembong Daeng, M.Hum terlihat semringah. Buku autobiografi "Permata Karya", yang ditulisnya akan dibahas di Pannyaleori Institut, yang berada di Dusun Bontolebang, Desa Moncongkomba, Sabtu, 3 Januari 2026.


    Desa yang berada di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar ini merupakan kampung halaman Kembong Daeng. Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini lahi pada tanggal 31 Desember 1964.


    Dalam buku yang diterbitkan oleh Pakalawaki ini, diceritakan bahwa Kembong Daeng memulai karier sebagai dosen sejak 1 Maret 1989. Tak hanya mengajar di ruang kuliah, ia juga aktif melakukan penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan menulis.


    Kembong Daeng mencipta karya sastra, menulis buku ajar, maupun buku-buku referensi untuk siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum.


    Buku-bukunya antara lain, Kosakata Tiga Bahasa (2013), Sintaksis Bahasa Makassar (2015), Kelong-Kelonna Tau Mangkasaraka (2018), dan Puisi Perempuan Makassar (2018).


    Buku lain yang ditulis Kembong Daeng, yakni Pappilajarang Basa Mangkasarak jenjang SD hingga SMA, jilid I-XII (2000), Gaya Bahasa dan Penerapannya dalam Bahasa Makassar (2000), Kelong Pannyaleori 33 jilid (2021), Pakrimpungan Sanjak Mangkasarak (2022), Apresiasi Puisi Makassar (2022), dan Puisi Sumur Tak Mengering (2022).


    Pada tahun 2023, buku Autobiografi Permata Karya, sudah dibuatkan soft launching-nya di Kampus Universitas Patompo, Makassar. Saat itu, acara peluncuran bukunya dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun ke-34 pernikahannya dengan Dr Drs H Muh Yahya, M.Pd. 


    Namun, suami tercintanya itu, pada Desember 2024 telah dipanggil Sang Maha Pencipta. Pasangan pendidik ini menikah pada tanggal 4 November 1989 dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Nurul Fajriati Yahya, Syahratul Hawaisa Yahya, dan Muhammad Fahmi Yahya.


    Sehingga momen diskusi buku autobiografi Permata Karya itu akan terasa istimewa bagi Kembong Daeng. Apalagi diadakan bersamaan dengan Launching Program Pannyaleori Institut, dengan tema: "Perkuat Literasi demi Pemajuan Kebudayaan".


    Prof Kembong Daeng mengaku, lembaga pendidikan literasi seni sastra itu, terbentuk atas motivasi almarhum suaminya. Pesan suaminya, supaya mereka kembali membangun kampung halaman melalui gerakan literasi budaya, khususnya Makassar.


    Diskusi buku ini diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Literasi Seni Sastra Pannyaleori, dengan menghadirkan tiga pembicara. Yakni Prof Dr Sukardi Weda, Guru Besar UNM dan salah satu calon Rektor Unhas, Rusdin Tompo, editor dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan, dan Abdul Jalil Mattewakkang, S.Pd, MH, MM, tokoh literasi Takalar.


    Acara yang bakal dihadiri sejumlah kalangan ini, akan dipandu oleh Anwar Nasyaruddin sebagai moderator. Acara juga akan diisi oleh parade pembacaan puisi dan permainan kesok-kesok oleh Haeruddin, pasinrilik. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini