• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    Kirana Sahira Yuswan Tampil Elegen di Pagelaran Mahakarya Batik Nusantara

    Redaksi Tebarnews
    28/11/2025, 8:42 PM WIB Last Updated 2025-11-28T12:42:50Z

     

    Kirana Sahira Yuswan tampil di Fort Rotterdam, Kamis, 27 November 2025, dalam Pagelaran Busana bertema "Mahakarya Batik Nusantara", yang terselenggara atas kolaborasi dengan Festival Museum La Galigo. (Ist)


    Tampil cantik dan elegan, Kirana Sahira Yuswan pukau audiens Pagelaran Busana di Fort Rotterdam, Kamis, 27 November 2025. Pagelaran Busana bertema "Mahakarya Batik Nusantara" ini terselenggara atas kolaborasi dengan Festival Museum La Galigo.


    Kirana, yang masih duduk di bangku kelas 6 SD Kompleks Sambung Jawa itu, tampil dalam busana warna terakota yang hangat, dengan motif aksara Lontaraq dan ornamen lokal Sulawesi Selatan yang kuat.


    Anak pasangan Yusmin Apriandi dan Hus Irmawati Usba itu tampak percaya diri berjalan menuju catwalk di antara para penonton yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.


    Kirana, model cilik malebbiq, punya segudang prestasi. Tahun 2025 ini saja, dia menorehkan namanya di berbagai ajang, baik lokal maupun nasional.


    Kirana merupakan Pemenang Pertama Puteri Anak Indonesia Sulawesi Selatan 2025. Dia masuk TOP 15 Puteri Anak Indonesia, dan menyabet Puteri Anak The Best Presentation 2025 di Jakarta.

     

    Dalam pagelaran ini, Kirana tampil sebagai model untuk memperagakan gaun desainer Mukrimah Annisa, yang masih tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2022 Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM).


    Busana karya perancang muda asal Bantaeng tetapi kini berdomisili di Makassar itu diberi tema "The Sacred Balla Tujua on Lompobattang’s Slope".


    "Kirana tentu saja bangga. Dia bahkan mengaku cukup menikmati tampil di pagelaran karya desainer ini. Dan pastinya, dia selalu memperlihatkan profesionalitasnya sebagai seorang model," jelas Bu Wanti, sapaan akrab ibunda Kirana yang berprofesi sebagai guru itu.


    Apalagi, pemilihan model pada pagelaran ini sangatlah selektif. Harus masuk standar tinggi, catwalk yang baik, serta tentu saja menarik dari segi fisik. Juga sang model dipersyaratkan mesti dapat mengikuti beberapa proses tahapan fitting.


    Mukrimah Annisa sendiri merasa bahagia dan bangga. Sebab visi desain yang selama ini dia bayangkan benar-benar dapat diwujudkan oleh Kirana di atas panggung.


    Bahkan, kata Nisa, sapaan akrab anak ke-2 dari 4 bersaudara itu, Kirana sukses membuat semua orang terpukau dan fokus ke dia saat tampil anggun di atas panggung.


    Busana yang dikenakan Kirana memang dibuat khusus sesuai ukuran badannya. Makanya begitu ngepas.


    Nisa menilai, ada banyak kelebihan yang dipunya Kirana dalam berbusana. Salah satunya, yakni Kirana mampu menjiwai gaun yang dia bawakan.


    "Namun, yang paling menonjol adalah bagaimana Kirana mengendalikan detail busana ini. Seperti, rancangan saya punya selendang panjang yang menjuntai dari leher hingga lantai, Kirana tahu persis angle dan tempo yang tepat agar detail itu terlihat dramatis," papar gadis yang punya akun Instagram _mkrimahannisa itu.


    Cerita sukses Kirana membawakan busana rancangan Nisa ini tak lepas dari bimbingan dosen-dosen di UNM. Ada Ibu Dra Kurniati, M.Si, sebagai dosen pembimbing mata kuliah, dan Ibu Nurhijrah S.Pd, M.Pd, Ibu Andi Ahlia Fachriani, S.Pd, M.Pd, dan Andi Nuralfiah, S.Pd, M.Pd. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini