• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

    Redaksi
    13/06/2026, 5:59 PM WIB Last Updated 2026-06-13T09:59:26Z

     



    BULUKUMBA - Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan.


    Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung terang-terangan di hadapan publik. Sebagian lain bekerja diam-diam melalui sistem yang begitu terstruktur sehingga kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Ketika kekerasan terus diproduksi dan diwariskan, masyarakat perlahan kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang adil dan mana yang hanya kebiasaan yang dipelihara oleh kuasa.


    Kegelisahan itulah yang mendorong Rumah Buku SaESA kembali menghadirkan Tutur Kata #6, sebuah ruang berbagi pengetahuan yang membuka percakapan tentang tema “Melihat Indonesia dari Kekerasan yang Ditimbulkan.” Kegiatan ini menjadi upaya untuk membaca ulang berbagai peristiwa sosial yang membentuk wajah Indonesia hari ini, sekaligus mengajak publik melihat hubungan antara kekuasaan, masyarakat, dan praktik-praktik kekerasan yang terus berlangsung.


    Berbeda dengan ruang diskusi yang sering kali terjebak pada batas-batas disiplin ilmu, Tutur Kata berupaya menghadirkan percakapan yang lebih terbuka. Sebab pengetahuan tidak lahir dari ruang yang tertutup. Ia tumbuh dari keberanian untuk bertanya, mendengar, dan menghubungkan berbagai pengalaman yang selama ini tercecer di pinggir perhatian.


    Pada edisi kali ini, Rumah Buku SaESA menghadirkan Eka Annash, musisi dari band The Brandals, sebagai narasumber. Melalui pengalaman dan perspektifnya, Eka akan berbagi pandangan mengenai bagaimana kekerasan bekerja dalam kehidupan sosial serta bagaimana masyarakat dapat membaca berbagai gejala yang muncul di sekitarnya.


    Diskusi akan dipandu oleh Musakkir Basri dari Sekolah Anak Desa. Percakapan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling mengisi dan memperluas cara pandang terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.





    Tutur Kata bukan sekadar agenda berbincang. Ia merupakan ajakan untuk terus berarsip, membaca, menulis, dan merawat pengetahuan. Sebab di tengah banjir informasi yang sering kali dangkal dan tergesa-gesa, pencarian terhadap pengetahuan tetap menjadi salah satu cara untuk memahami dunia secara lebih utuh.


    Kegiatan ini akan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 16.30 WITA hingga selesai, dan disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @rumahbukusaesa. Publik yang ingin mengikuti diskusi ini dapat bergabung secara daring dan menjadi bagian dari percakapan tentang Indonesia, kekerasan, serta berbagai kemungkinan untuk membacanya secara lebih kritis.


    Sebab hidup, pada akhirnya, adalah proses mencari. Dan setiap pencarian selalu dimulai dari keberanian untuk mempertanyakan apa yang selama ini dianggap biasa.(rl)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini