• Jelajahi

    Copyright © Tebar News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sports

    SD Negeri Percontohan PAM Adakan Evaluasi Pelayanan Publik

    tebarnews
    31/10/2026, 1:58 PM WIB Last Updated 2026-10-31T05:58:37Z


    Pada kesempatan itu, Kepala UPTD SPF SDN Percontohan PAM, Fahmawati, S.Pd (tiga dari kanan) juga memaparkan inovasi Sipakainga. (Foto: Istimewa)


    MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Percontohan PAM telah mengadakan kegiatan Evaluasi Pelayanan Publik bertema “Sinergitas Sekolah, Pemerintah, dan Masyarakat dalam Mewujudkan Peningkatan Sistem Penjamin Mutu Internal”, Rabu, 28 Oktober 2026.


    Kepala UPTD SPF SD Negeri Percontohan PAM, Fahmawati, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan evaluasi pelayanan publik ini berkelanjutan, sehingga dilakukan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) di sekolah.


    SPMI merupakan kegiatan sistemik dan mandiri yang dijalankan dalam suatu institusi Pendidikan untuk mengendalikan, menjaga, serta meningkatkan mutunpenyelenggaraan Pendidikan secara berkelanjutan. Di tingkat sekolah, termasuk SD, SPMI dijalankan oleh seuruh warga sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga komite, untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP).


    Sebelumnya, Fahmawati mengikuti kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kota Makassar. Kegiatan tersebut diikuti 150 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di mana sekira 20-an dari unsur pendidikan, terdiri dari 10 SD dan 10 SMP.


    “Ada 6 indikator penilaian. Alhamdulillah, kami masuk urutan ke-8. Yang pelayanan prima itu yang punya inovasi Lontara, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Dia dapat nilai A plus, kami A Minus,” papar Fahmawati terkait kegiatan yang dilakukannya.


    Enam indikator PEKPPP yang dimaksud, terdiri dari: pertama, kebijakan pelayanan, yang meliputi ketersediaan maklumat pelayanan, standar pelayanan, serta regulasi internal terkait pelayanan publik; kedua, profesionalisme sumber daya, yang menilai kompetensi petugas, kode etik, budaya pelayanan, serta jumlah dan penempatan pegawai; ketiga, sarana dan prasarana, yang menilai kelayakan fasilitas fisik, kenyamanan ruang tunggu, hingga fasilitas khusus bagi kelompok rentan/difabel; keempat, sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP), yang mengukur keterbukaan dan kemudahan akses informasi melalui media elektronik maupun non elektronik; kelima, mekanisme konsultasi dan pengaduan, yang menilai efektivitas saluran pengaduan, respons cepat, serta tindak lanjut penyelesaian keluhan; dan keenam, inovasi pelayanan publik, yang menilai adanya terobosan atau kreativitas dalam mempermudah, mempercepat, dan memperbaiki kualitas layanan.   


    Sekolahnya, kata Fahmawati, melakukan evaluasi pelayanan publik berdasarkan SPMI. Diakui bahwa dia baru pertama kali mengadakan evaluasi ini di SD Negeri Percontohan PAM mengingat dia baru menjadi kepala sekolah di situ sejak Juni 2026.


    “Kami undang beberapa unsur stakeholder, antara lain dari Balai Bahasa Sulsel, Damkar, PDAM, Puskesmas, orangtua murid, komite sekolah, paguyuban, dan guru, perwakilan murid. Semua itu kami hadirkan,” terang Bu Fahma, demikian sapaan akrabnya.


    Dalam kegiatan Evaluasi Pelayanan Publik diadakan penandatanganan komitmen. Poinnya adalah akan menjalankan pelayanan dengan baik. Dari aspek orangtua, dinyatakan akan bekerja sama untuk mendorong peningkatan mutu SD Negeri Percontohan PAM.


    SPMI itu, lanjut Bu Fahma, sebenarnya merupakan program lama, cuma belakangan agak turun gaungnya. Padahal evaluasi penting dilakukan untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan publik yang sudah dilakukan.


    “Idealnya, evaluasi setiap tahun dilakukan. Karena pada saat itulah dimunculkan program-program seperti apa yang dibutuhkan sesuai dengan Rapor Mutu Pendidikan. Di rapor mutu sekolah kami, tergambarkan bahwa ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki, salah satunya pendidikan karakter,” ungkap Bu Fahma.


    Pada kesempatan itu dia juga memaparkan inovasi Sipakainga, yang dikembangkan SD Negeri Percontohan PAM. Inovasi ini merupakan supervisi pembelajaran kolaboratif, yang mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup.


    Dalam pengimplementasian Sipakaingan, orang tua perlu kerja sama dan harus jujur ketika menjawab. Misalnya, anaknya bangun jam berapa, tidurnya jam berapa. Itu sudah ada aplikasinya, tinggal di-klik. Tujuannya, bukan hanya menilai, tetapi diharapkan bersama-sama membangun kultur pengalaman belajar yang makin baik ke depan.


    Sebab kalau anaknya tidur cepat, maka sudah pasti bangunnya juga cepat. Sebaliknya, kalau dia bangun terlambat, maka kemungkinannya tidurnya pun terlambat. Dia meminta orangtua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya, terkait pembiasaan-pembiasaan yang positif.


    Termasuk pula makanan sehatnya. Apakah makanan yang dikonsumsi sudah sehat? Apakah makanan tersebut, sudah mengandung gizi yang cukup? Pada bagian itu orangtua yang mengisinya, dan dipantau oleh guru.


    “Aplikasinya sudah kami buat. Namanya Sipakainga. Itu aplikasi supervisi pembelajaran kolaboratif,” pungkas Fahmawati. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini